Dirimu di Hatiku

12 Mar 2010

<3 Mamah

Dirimu di Hatiku

makhlukMu begitu mulia

inginku raih Ridhonya

agar aku selalu ada dalam RidhoMu

dia bagai tetes hujan

di tengah gurun pasir

dia bagai angin

di tengah terik mentari

namanya selalu melekat

dalam hatiku

suaranya mampu menyentuh egoku

lembut penuh nasehat

dalam langkahku

kusebut namanya

dalam do’aku

kusapa dirinya

dia yang selalu bertahta dalam hatiku

menjadi ratu dalam kerajaan cintaku

dirimu selalu ada di hatiku

meski jarak berada diantara kita

cintaku selalu untukmu Ibu

by: asri_ns |12 Maret 2010|

Mamah, Ibu, Bunda, Mamih, Emak, dan masih banyak lagi panggilan untuk seorang wanita yang berhati tulus dan tangguh. Dialah Ibu yang rela mengorbankan nyawanya hanya demi putra-putrinya. Mulai dari mengandung buah hati, melahirkan, merawat bahkan sampai buah hatinya itu berkeluarga rasa sayang beliau tak akan pernah pudar. Selalu merasa hawatir, rindu, bahkan tak jarang merasa kalau putra-putrinya itu masih ia anggap seperti balita.

Bicara tentang Ibu, tak akan ada habisnya. Tak dapat ditorehkan hanya dalam selembar kertas bahkan satu buku yang tebalnya beratus lembarpun tak akan pernah cukup untuk memaparkan tentang Ibu. Aku merasa bagian dari orang yang beruntung, memiliki seorang Ibu yang begitu tulus mendidik dan merawat diriku. Aku memanggilnya ‘Mamah’.

Mamah. Sedari aku kecil, beliau begitu menyayangi aku. Sampai aku beranjak dewasa pun masih saja nampak seperti anak kecil di mata beliau. Memang aku selalu manja saat berada dekat dengan Mamah, tak jarang meminta sesuatu dengan gaya anak kecil bahkan curhat pun nampak seperti anak kecil bagitu rame dan tak pernah bisa diam. Nampak sekali Mamah begitu sayang kepadaku, meski kita dipisahkan oleh jarak namun aku masih tetap dapat merasakan cinta dan kasih sayangnya. Perhatiannya begitu meluas, cintanya jauh lebih dalam dari samudera, ketulusannya mengangkasa. Sedari kecil beliau mendidikku, hingga saat ini senantiasa mengingatkanku berbagai banyak hal.

Semua yang telah Mamah berikan padaku membuat diriku semakin cinta kepadanya. Ingin rasanya aku selalu berada di sampingnya, berbagi cerita suka duka, tertawa bersama, masak bersama, bahkan berbagi pengalaman. Sayang kita hanya dipertemukan dengan jaringan telpon.

Walau begitu, rasa cintaku terhadap Mamah begitu besar. Karena Mamahlah aku menjadi seperti ini. Didikannya yang membuat aku menjadi memiliki begitu banyak pengetahuan dan pandangan hidup, nasehatnya yang selalu menjadi benteng lakuku dalan setiap jengkal niatku, semangatnya yang tak pernah henti ia berikan sampai aku bisa bertahan dalam setiap terpaan angin kehidupan, dan do’anya yang tak pernah putus hingga aku selalu ada dalam lindungan dan Ridho Allah SWT.

Aku ingin melihat Mamah tersenyum bangga padaku sampai akhir nanti. Ruang hatiku selalu terisi dengan beliau, do’aku selalu terpanjat untuknya. Meski raga tak dapat berjumpa, namun cintaku selalu ada untukmu. Karena dirimu selalu ada di dalam hatiku. Lindungi beliau Rabb…

Sumber gambar. :)


TAGS Blogdetik chatter box


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post