Inspirasiku Ada di Dekatku

4 Mar 2010

Ibu

Jika ada yang bertanya kepadaku tentang“siapa idolamu dan siapa sumber sinpirasimu?”. Dengan sigap aku akan menjawab“Ibuku”. Dan jika mereka mengejarku dengan pertanyaan“mengapa kamu begitu mengidolakan ibumu, hal apa yang membuat beliau menjadi sumber inspirasimu?”. Dengan senang hati aku akan memaparkan semua alasan dan cerita tentang beliau.

Ibuku adalah sosok wanita yang begitu kuat, beliau selalu kuat dalam menghadapi semua permasalah hidup. Tak pernah beliau mengeluh apalagi berkata bahwa beliau tak sanggup. Diusianya yang sudah tak muda lagi beliau tetap mampu membimbing keluarganya untuk tetap tegar dan bisa melwati semua ujian kehidupan.

Beliau adalah anak pertama dari 4 bersaudara, dilahirkan di kota santri Tasikmalaya pada tanggal 11 Oktober 1961 dari pasangan Syarif Hidayat dan Omah. Kedua orang tua beliau adalah seorang guru ngaji, berasal dari keluarga yang sederhana namun selalu menjunjung nilai disiplin dan kesopanan. Ibuku melewati masa kecilnya dengan penuh perjuangan yang patut untuk ditiru oleh aku dan saudara-saudaraku. Setiap hari Kakek dan Nenek selalu mendidik beliau dengan ilmu agama, dilatih untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW, dididik dalam segala disiplin ilmu. Semasa duduk di bangku sekolah beliau selalu menjadi yang terdepan, semasa SD sampai SMA beliau selalu menjadi juara kelas. Kesehariannya adalah menolong kedua orang tua dan mengaji. Hal yang membuat aku bangga terhadapnya adalah dari SD sampai SMP beliau berjalan kaki menuju sekolah dengan jarak yang tak dekat, entah berapa kilo meter yang harus beliau tempuh setiap harinya. Beliau tak pernah ingin hidup mewah meski sebenarnya kedua orang tua beliau mampu memanjakannya, namun beliau tetap sederhana dan hal itulah yang memang ditanamkan oleh kedua orang tuanya. Semasa SMA beliau tinggal di pondok pesantren Sukamanah, meski jauh dari orang tua tapi beliau tetap mengingat semua didikan orang tuanya. Sama seperti di SD dan SMP, beliau selalu menjadi yang paling terdepan di kelasnya. Selalu lulus sekolah dengan hasil yag memuaskan. Selesai dari SMA, beliau melanjutkan ke SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Selang satu tahun setelah lulus dari SPG beliau mengikuti tes PNS dan langsung lulus. Akhirnya beliau menjadi seorang guru SD di salah satu SD yang bertempat di Kp. Rawa, Singaparna-Tasikmalaya. Disanalah Ibuku bertemu dengan Ayahku.

Hari-hari beliau menjadi seorang Guru adalah hal terindah dalam hidupnya, mendidik dan memberikan ilmu kepada anak-anak adalah hal yang membuat beliau bangga. Memiliki suami yang begitu pengertian dan tiga orang anak adalah obat kelelahannya selama menjalani aktifitas. Semasa kecil kami selalu dididik tentang agama dan dibimbing belajar. Tak jarang aku menangis karena ditegur oleh beliau saat aku merasa tak bisa atau melakukan salah. Dari kecil aku selalu dibatasi dalam setiap aktifitas yang berhubungan dengan dunia luar rumah, tak jarang pula aku berontak. Kini aku barulah sadar bahwa beliau tengah memberikan pelajaran berharga padaku, beliau tengah menyampiakan rasa kasih sayangnya yang teramat sangat. Semua didikan beliau kini dapat aku rasakan, begitu banyak manfaat dan mampu membuat aku bertahan dalam menghadapi semua yang ada di depan mata.

Beliau adalah wanita paling tegar. Kegiatan mengajarnya cukup menyita waktu istirahat beliau, namun setibanya di rumah beliau tak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai seorang Ibu dan kepala rumah tangga. Semua kewajibannya beliau jalani dengan penuh ikhlas. Kini beliau harus jauh dari kedua anaknya, karena Kakak dan aku harus pergi ke Bandung untuk menuntut ilmu. Ayah pun terpaksa jauh dari beliau demi mengais rezeki bersama aku dan Kakakku, setiap minggu Ayah selalu pergi ke Tasikmalaya.

Namun terkadang aku ingin menangis saat menatap dan mengingat Ibuku, beliau yang tangguh harus menjadi seorang yang malang. Tak sedikit beliau mendapat kesusahan dalam menjalani hidupnya, tak sungkan beliau berbagi kepada putra-putrinya juga kepada suaminya. Inilah yang aku suka dari Ibuku, menciptakan keterbukaan dalam segala hal dengan tujuan agar tidak ada salah paham. Terkadang aku tak habis pikir dengan mereka yang menyia-nyiakan Ibuku, beliau begitu tulus dan baik. Tak pernah ada dendam apalagi cacian terhadap mereka yang menyakiti beliau, hanya tetesan air mata yang memohon kepada yang Maha Mengetahui agar menyadarkan mereka yang hilaf. Aku selalu terharu saat harus menyaksikan semua itu.

Aku bangga dengan Ibuku yang tetap dapat menjaga keharmonisan keluarga meski badai cobaan tengah menerpa keluarga kami. Tapi kami tetap yakin akan kuasa dariNya, karena kami tak peduli dengan badai itu kami tetap rukun dan saling mencipta kebahagiaan berkat kerja keras seorang Ibu yang tak pernah henti mendidik kami tentang kasih sayang dan ketulusan sedari kecil. Beliau selalu berkata, kasih sayang dan cinta keluarga itu jauh lebih besar dari orang lain. Keluarga akan dengan ikhlas memberikan do’a dan pengharapan, tidak seperti mereka di luaran sana yang mungkin hanya sekedar ucapan. Beliau selalu memberikan nasehat, memberikan pengarahan tentang sabar dan ikhlas. Tak pernah memanjakan ketiga putra-putrinya, semua demi kebaikan bersama. Karena kebahagiaan tak dapat diukur dengan materi.

Karena Ibukulah aku menjadi tahu tentang hidup dan penghidupan. Karena Ibuku aku jadi tahu tentang sabar dan ikhlas. Karena Ibuku aku menjadi memiliki begitu banya target dalam hidup. Karena Ibuku aku menjadi punya begitu banyak gambaran tentang masa depan. Karena Ibuku pula aku bisa bertahan untuk mendapat semua cita dan cinta yang bisa membuat keluargaku bahagia.

Beliaulah idolaku, isnpirasiku dalam banyak hal, dan guru sepanjang masa.

I love You Mah…

Cintaku takkan pernah hilangmeski aku harus mengorbankan nyawaku demi kebahagiaanmu. Semua yang aku berikan tak sepadan dengan semua pengorbanan dan yang telah engaku berikan kepadaku. Aku hanya dapat mendo’akanmu dan berusaha mengeluarkanmu dari semua beban hidup yang sebenarnya menyiksamu, namun engkau tak pernah mengeluh padaku.

sumber gambar: http://aisyahkecil.wordpress.com/2008/12/06/


TAGS kontribusi blogger inspirasi untuk negeri


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post